Jakarta, Imajinari.com – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali jadi sorotan! Setelah anggaran Rp14 triliun diblokir, muncul perdebatan panas: masih relevankah pemindahan ibu kota, atau lebih baik uangnya dipakai buat makan gratis?
Di tengah keriuhan ini, Debat KanJidat menghadirkan Cak Lontong, Kang Denny, Hatma Prakoso, dan Mazdjo Pray untuk mengupas isu ini dengan gaya khas mereka—tajam, jenaka, dan penuh sindiran cerdas!
IKN: Kota Futuristik atau Kota Mati?
Hatma Prakoso membuka debat dengan pernyataan yang bikin studio mendadak sunyi.
"Kalau proyek ini mangkrak, jangan-jangan IKN bakal jadi kota mati. Lebih sepi dari hati yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya!"
Kang Denny langsung menyambar, “Jangan cuma kota mati, nanti bisa jadi sarang zombie juga! Kayak di film-film, ada jalanan kosong, gedung mangkrak, tiba-tiba dari semak-semak muncul mantan—eh, zombie maksudnya!”
Cak Lontong, dengan gaya khasnya, justru membela proyek IKN.
"Kita jangan takut IKN jadi kota mati. Karena kalau kota mati, artinya masih ada kota. Lha kalau nggak ada kota, kita mau mati di mana?”
Mazdjo Pray tak mau ketinggalan. Ia menyoroti anggaran yang diblokir.
"Kalau duitnya nggak jadi buat IKN, mending dipakai buat rakyat. Minimal buat makan gratis! Kan kalau rakyat kenyang, nggak bakal protes. Tapi kalau lapar, bisa jadi zombie beneran!"
Prioritas Anggaran: IKN atau Makan Gratis?
Perdebatan semakin panas ketika Kang Denny menegaskan, "Makan gratis itu kebutuhan rakyat, sementara IKN itu kebutuhan… siapa ya? Kok saya lupa?"
Hatma menimpali, "Mungkin buat pejabat yang mau pindah? Tapi kan, kalau nggak ada duitnya, pindahnya naik apa? Ojol?"
Cak Lontong tetap tenang dan memberikan logika khasnya.
"Kalau kita pindah ibu kota, artinya ibu kota yang lama jadi kosong. Kalau kosong, bisa kita sewakan. Jadi kita dapat uang. Itu namanya bisnis properti skala negara."
Mazdjo Pray hanya bisa geleng-geleng, “Masuk akal, tapi kok nggak nyambung ya?”
Siapa yang Menang?
Debat berlangsung seru, penuh gelak tawa dan satire cerdas. Apakah IKN bakal tetap jadi prioritas, atau malah ditunda sampai entah kapan?
Yang jelas, di akhir debat, Cak Lontong tetap menang. Kenapa?
Karena seperti biasa, logikanya muter-muter, bikin lawan debat pusing, tapi nggak bisa dibantah!
Jangan lupa saksikan Debat KanJidat episode berikutnya! Siapa lagi yang bakal jadi korban logika Cak Lontong?. (*)
https://youtu.be/nIePnRSEGYE?si=HX6Ewq0nEfewcZ-a
0 Komentar :
Belum ada komentar.