Jakarta, Imajinari.com – Wacana reshuffle kabinet kembali memanas! Setelah kebijakan efisiensi anggaran menuai pro dan kontra, kini pertanyaannya: Apakah jajaran menteri masih solid, atau ada yang perlu "angkat koper"?
Untuk membahas isu ini, Jaknews menghadirkan Cak Lontong, Hatma Prakoso, Mazdjo Pray, dan Denny Chandra dalam Debat KanJidat—program debat satir yang selalu bikin ngakak sekaligus mikir!
Siapa Menteri yang Layak Diganti?
Denny Chandra memulai debat dengan pernyataan menohok, "Kalau ada menteri yang lebih banyak bikin polemik daripada solusi, mungkin sudah saatnya dia diganti!"
Hatma Prakoso menimpali dengan nada serius tapi penuh sindiran, "Tapi kalau semua menteri yang bikin polemik diganti, nanti kabinetnya kosong dong?"
Mazdjo Pray malah membawa perdebatan ke level absurd, "Kalau reshuffle itu untuk meningkatkan kinerja, berarti yang diganti bukan cuma menterinya, tapi juga kalender kerja mereka, biar lebih produktif!"
Cak Lontong, seperti biasa, tampil dengan logika yang muter-muter tapi bikin lawan debat bingung.
"Saya setuju ada menteri yang harus diganti. Tapi kalau semua diganti, siapa yang ganti? Yang ganti nanti juga harus diganti. Jadi kalau semua diganti, nggak ada yang bisa kerja, dan akhirnya kita harus ganti pikiran kita sendiri!"
Hatma Prakoso cuma bisa melongo, sementara Denny Chandra mencoba memahami. "Jadi… menterinya nggak perlu diganti?"
Cak Lontong dengan santai menjawab, "Bukan nggak perlu, tapi kalau kita fokus mengganti terus, kapan kerjanya?"
Logika Muter-Muter vs Satire Tajam
Perdebatan semakin seru ketika Mazdjo Pray menyarankan solusi ekstrem. "Daripada repot reshuffle, mending menterinya diadu pantun aja. Yang pantunnya nggak nyambung, langsung out!"
Denny Chandra langsung menanggapi, "Itu bukan reshuffle, itu lomba puisi dadakan!"
Sementara itu, Hatma Prakoso menegaskan, "Yang kita butuhkan bukan sekadar reshuffle, tapi reformasi kerja! Jangan cuma wajahnya yang diganti, tapi juga cara kerjanya!"
Siapa yang Layak Reshuffle?
Setelah debat panjang dan penuh tawa, apakah ada jawaban pasti? Tentu saja tidak! Cak Lontong tetap menang dengan logikanya yang bikin bingung, sementara Denny Chandra dan yang lain hanya bisa pasrah.
Tapi satu hal yang pasti, Debat KanJidat kali ini sukses menyentil kebijakan dengan cara yang mengocok perut!
Jangan lewatkan episode berikutnya di Jaknews! Siapa lagi yang bakal jadi korban logika absurd Cak Lontong?. (*)
https://youtu.be/lALpvHMlURQ?si=OQGcdrHhQ64Zq-nL
0 Komentar :
Belum ada komentar.