Imajinari.com – M. Reza Mahesa, yang lebih dikenal dengan nama Eza Bule, adalah salah satu talenta bola voli Garut yang kini berperan sebagai pelatih di Akademi & Klub Bola Voli AA Garut.
Perjalanannya penuh lika-liku, dari berlatih secara mandiri sejak usia 14 tahun, direkrut oleh Fajar Santika (Dpanji), hingga sempat meninggalkan voli demi pekerjaan di perusahaan swasta sebelum akhirnya kembali dengan semangat baru.
Diberi Julukan "Eza Bule" oleh DPanji
Reza mulai menyukai voli sejak usia 14 tahun. Awalnya, ia berlatih sendiri di lapangan terbuka tanpa bimbingan pelatih. Setiap hari, ia terus mengasah kemampuannya di bawah terik matahari.
Kegigihannya menarik perhatian Fajar Santika (Dpanji), yang akhirnya membimbingnya lebih jauh di dunia voli.
DPanji juga yang memberi julukan “Eza Bule” kepadanya, karena saat berlatih di bawah panas matahari, kulitnya bukannya menghitam seperti kebanyakan orang, melainkan malah memerah.
“Saya sering latihan di bawah terik matahari, tapi bukannya makin gelap, malah jadi merah. Dari situlah DPanji mulai memanggil saya Eza Bule, dan nama itu melekat sampai sekarang,” kata Reza sambil tersenyum.
Melihat potensinya, DPanji mulai memberikan arahan teknis, memperkenalkan Reza kepada para senior bola voli, serta membawanya ke berbagai turnamen.
Meniti Karier: Dari Turnamen Lokal hingga Kejurda
Setelah bergabung dengan komunitas voli yang lebih besar, Reza mulai mendapatkan kesempatan bertanding di berbagai ajang.
Ia aktif mengikuti turnamen lokal hingga akhirnya terpilih mewakili Kabupaten Garut dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda).
“Alhamdulillah, saya bisa mewakili Garut di Kejurda. Itu pengalaman yang sangat berharga dan semakin membuat saya yakin bahwa voli adalah passion saya,” ungkapnya.
Namun, setelah lulus sekolah, ia menghadapi dilema antara melanjutkan karier di dunia voli atau mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Meninggalkan Voli Demi Pekerjaan, Lalu Kembali dengan Semangat Baru
Seiring bertambahnya usia, Reza harus menghadapi kenyataan bahwa dunia voli memiliki persaingan yang sangat ketat dan membutuhkan mental serta fisik yang terus terlatih.
Demi mendapatkan penghasilan stabil, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Namun, pekerjaan itu tidak berjalan sesuai harapannya. Banyak hal yang tidak sesuai dengan janji awal, dan ia merasa kurang berkembang.
“Saya merasa ada ketidaksesuaian antara janji awal dan kenyataan di tempat kerja. Selain itu, saya harus meninggalkan voli yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari hidup saya. Itu membuat saya merasa ada yang kurang,” ungkapnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan memulai usaha sendiri di bidang kuliner makanan ringan.
Keputusan ini memberinya lebih banyak waktu dan kebebasan untuk kembali ke dunia voli.
Berkontribusi Sebagai Pelatih di AA Garut
Setelah kembali ke dunia voli, Reza memilih untuk tidak hanya bermain, tetapi juga membagikan ilmunya kepada generasi muda.
Bergabung dengan Akademi & Klub Bola Voli AA Garut, ia kini menjadi salah satu pelatih yang berperan dalam pembinaan atlet-atlet muda berbakat.
“Saya ingin berbagi pengalaman dengan anak-anak yang baru memulai perjalanan di voli. Saya ingin mereka tahu bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, mereka bisa mencapai apa yang mereka impikan,” katanya.
Sebagai pelatih, Reza kini berusaha membangun mental dan keterampilan para pemain muda, agar mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saya bersyukur bisa kembali ke dunia voli, kali ini sebagai pelatih. Tujuan saya sekarang bukan hanya bermain, tapi juga mencetak generasi baru yang bisa membawa nama Garut lebih jauh di kancah voli nasional maupun internasional,” tutupnya.
Dengan perjalanan yang penuh perjuangan, M. Reza Mahesa alias Eza Bule menjadi bukti bahwa kecintaan pada olahraga dapat membawa seseorang kembali ke jalur yang tepat.
Kini, bersama AA Garut, ia bertekad membangun ekosistem voli yang lebih kuat di Kabupaten Garut. (*)
0 Komentar :
Belum ada komentar.